FadaNews – Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten secara resmi menyambut kedatangan 375 mahasiswa baru dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Dakwah, Kamis (3/9), ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Dakwah, Prof. Endad Musaddad, dengan penekanan utama pada transisi pola belajar dari tingkat sekolah menengah menuju kemandirian akademik di perguruan tinggi.
Kegiatan PBAK tahun ini dihadiri oleh mahasiswa baru dari empat program studi yang ada di Fakultas Dakwah. Dengan rincian 141 mahasiswa dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), 114 mahasiswa dari Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), 86 mahasiswa dari Manajemen Haji dan Umrah (MHU), serta 34 mahasiswa dari Pengembangan Masyarakat Islam (PMI). Kehadiran massal ini menandai dimulainya proses adaptasi mahasiswa terhadap lingkungan akademik yang lebih dinamis dan menuntut proaktivitas tinggi.
Dalam orasi pembukaannya, Prof. Endad menyoroti perbedaan mendasar antara jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan perguruan tinggi. Ia mengingatkan bahwa budaya “disuapi” yang sering terjadi di bangku sekolah harus segera ditinggalkan.
“Ketika Anda berada di tingkat SLTA, pembelajaran cenderung banyak disuapi oleh guru. Namun, ketika memasuki ruang kuliah ini, semuanya berubah. Mahasiswa dituntut untuk berbagi peran dan belajar secara mandiri,” tegas Prof. Endad di hadapan ratusan mahasiswa baru.
Ia secara khusus menginstruksikan mahasiswa untuk cermat mempelajari Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diberikan oleh dosen. Mahasiswa diminta untuk memperhatikan judul-judul topik dari pertemuan pertama hingga ke-16 sebagai peta jalan belajar mandiri. “Jika tidak mau membaca dan mempersiapkan diri, jangan harap bisa mengikuti perkuliahan dengan baik. Kemandirian adalah kunci,” tambahnya.
Dorongan Pengembangan Bakat dan Prestasi
Selain aspek akademik, Dekan Fakultas Dakwah juga mendorong mahasiswa baru untuk aktif menyalurkan bakat dan minat melalui berbagai wadah organisasi kemahasiswaan. Ia menyebutkan sejumlah organisasi yang tersedia, mulai dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) tingkat fakultas dan universitas, hingga berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
“Silakan salurkan bakat Anda. Apakah itu di bidang seni Qosidah, olahraga, hingga kegiatan yang spesifik seperti panjat tebing atau pencak silat. Temukan wadah Anda di sini,” ujarnya.
Sebagai bukti komitmen fakultas dalam mendukung pengembangan non-akademik, Prof. Endad menyoroti sejumlah prestasi membanggakan. Ia menyebutkan bahwa tiga kali berturut-turut, mahasiswi Fakultas Dakwah meraih juara dalam kompetisi Panjat Tebing. Selain itu, ia juga mencontohkan seorang alumni yang kini sukses menjadi pelatih bulu tangkis di Tiongkok, menunjukkan bahwa pengembangan diri di luar kelas dapat membuka peluang karier yang luas.
Insentif Prestasi untuk Meringankan Beban Orang Tua
Dalam kesempatan tersebut, pihak fakultas juga mengumumkan komitmen untuk memberikan reward atau penghargaan berupa insentif kepada mahasiswa yang berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Salah satu bentuk apresiasi tersebut adalah dukungan bagi mahasiswa yang mampu mempublikasikan karya ilmiah di jurnal lokal maupun nasional.
Usai sambutan dari dekan, rangkaian kegiatan PBAK dilanjutkan dengan sesi pengenalan lebih mendalam. Sesi ini mencakup profil sivitas akademika, peran dan fungsi dekanat, pengenalan Ikatan Alumni Fakultas Dakwah sebagai jaringan profesional masa depan, hingga pendalaman visi-misi masing-masing Program Studi yang disampaikan langsung oleh para ketua jurusan.
Rangkaian materi ini dirancang untuk memberikan peta jalan yang jelas bagi mahasiswa baru, memastikan mereka tidak hanya memahami aspek administratif, tetapi juga siap secara mental dan akademis untuk menjalani perkuliahan di Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.



