FadaNews – Sebanyak 175 mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) yang telah lolos seleksi mengikuti pembekalan Orientasi Praktikum Profesi Lapangan (PPL) di Aula Fakultas Dakwah. Mengusung tema “Menyiapkan Calon Konselor yang Kompeten, Adaptif, dan Berkarakter melalui Pembekalan Praktikum Profesi Lapangan”, kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Fakultas Dakwah, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta seluruh peserta, Kamis (27/8).
Dalam kesempatan tersebut, dosen BKI sekaligus narasumber kegiatan, Nina Fitriani, M.Pd., menyampaikan materi bertajuk “Penguatan Kompetensi Konselor”. Ia menegaskan bahwa agenda PPL bukan sekadar agenda formalitas terjun ke lapangan, melainkan laboratorium profesional nyata untuk memadukan pengetahuan teoritis dengan keterampilan praktis konseling.
“Tidak cukup calon konselor hanya sekadar tahu tentang konsep konseling di ruang kelas, tetapi harus mampu mempraktikkannya secara profesional, beretika, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. PPL adalah ruang integrasi kompetensi, pengalaman lapangan, sekaligus pembentukan karakter calon konselor BKI,” ujar Nina dalam paparannya.
Lebih lanjut, Nina menggarisbawahi pentingnya kesiapan mental dan pola pikir adaptif bagi mahasiswa selama menjalani masa praktikum. Menurutnya, mahasiswa dituntut untuk fokus mengambil peran aktif di lokasi dan mengesampingkan sikap mudah terbawa perasaan (baper). Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola pikir yang baik, karena apa yang dipikirkan akan melahirkan tindakan, membentuk kebiasaan, hingga menentukan karakter dan masa depan konselor.
Sebagai panduan operasional di lapangan, Nina merinci tahapan sistematis yang wajib dijalankan oleh kelompok mahasiswa di lokasi PPL:
-
Orientasi dan Adaptasi: Mengenali lingkungan dan karakteristik lembaga mitra secara menyeluruh.
-
Observasi dan Need Assessment: Mengidentifikasi persoalan, kebutuhan nyata sasaran, serta potensi yang ada sebelum menyusun intervensi.
-
Penyusunan Program Terstruktur: Merumuskan program berbasis skala prioritas dan matriks kerja yang jelas, baik dalam level individu, kelompok, maupun insidental.
-
Implementasi Layanan & Nilai Islam: Melaksanakan layanan konseling dengan menanamkan etika dan nilai-nilai keislaman.
-
Evaluasi dan Refleksi: Mengukur efektivitas program melalui instrumen evaluasi terukur bersama DPL.
Di hadapan 175 peserta, Nina turut menekankan empat pilar pembelajaran global yang relevan bagi calon konselor, yaitu Learning to Know, Learning to Do, Learning to Be, dan Learning to Live Together. Ia berpesan agar mahasiswa menjaga soliditas kelompok, disiplin jadwal, serta membangun komunikasi yang intensif dengan pembimbing maupun lembaga mitra.
“Nilai akademik PPL itu memang penting, tetapi memastikan bahwa kehadiran kita menjadikan program PPL tersebut bernilai dan bermanfaat nyata bagi masyarakat jauh lebih penting. Hadirkan komitmen terbaik dan jangan pernah takut mencoba tantangan baru di lapangan,” pungkasnya.
Kegiatan orientasi ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif serta koordinasi teknis penempatan kelompok bersama para Dosen Pembimbing Lapangan sebelum mahasiswa resmi diterjunkan ke berbagai instansi, lembaga pendidikan, sosial, dan keagamaan mitra fakultas.



