FadaNews – Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar Orientasi Praktikum Profesi Lapangan (PPL) dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal untuk Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)”, Kamis (27/8).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Dakwah ini diikuti oleh 50 mahasiswa semester 7. Para peserta akan disebar ke delapan lokasi berbeda yang mencakup wilayah Kota Cilegon, Kota dan Kabupaten Serang, hingga Pandeglang untuk menjalankan praktikum profesi lapangan.
Ketua Prodi PMI, Gian Nova Sudrajat Nur, M.Hum., menjelaskan bahwa PPL merupakan kegiatan pembelajaran wajib dalam kurikulum Prodi PMI yang bernilai 4 SKS, setara dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Ia menegaskan bahwa pihak prodi telah melakukan komunikasi intensif dengan berbagai mitra eksternal untuk memastikan kelancaran program.
“Kegiatan PPL ini adalah bentuk implementasi kurikulum yang wajib diikuti mahasiswa. Detail teknis, materi, dan informasi orientasi akan disampaikan lebih lanjut selama proses pembekalan oleh prodi,” ujarnya di hadapan para peserta.
Sementara itu, Wakil Dekan 1 Fakultas Dakwah, Dr. Helmy Faizi Bahrul Ulumi, mengungkapkan keputusan strategis fakultas untuk memisahkan pelaksanaan PPL dari KKN pada tahun ini. Langkah ini diambil karena proses integrasi keduanya dinilai kurang sederhana dan berpotensi mengaburkan tujuan utama masing-masing program.
“PPL adalah praktikum profesi lapangan yang membentuk profil lulusan profesional, berbeda dengan KKN yang lebih bersifat pengabdian kepada masyarakat. Pemisahan ini bertujuan agar orientasi keprofesian mahasiswa lebih terfokus dan terukur,” tegas Dr. Helmy.
Dalam arahannya, Dr. Helmy memberikan peringatan keras terkait standar profesionalisme yang harus dijaga mahasiswa di lapangan. Ia menyoroti bahwa beberapa lembaga mitra sebelumnya pernah menolak menjadi lokasi PPL karena kinerja mahasiswa yang dinilai tidak memenuhi standar minimal pengetahuan dan kemampuan.
“Dunia profesional tidak mengenal toleransi seperti di lingkungan perkuliahan. Jangan sampai ada lagi komplain dari lembaga mitra besar karena kinerja atau sikap mahasiswa kita yang tidak memuaskan. Tunjukkan bahwa Anda memiliki sikap, pengetahuan, dan skill yang baik,” pesannya.
Dr. Helmy menekankan agar mahasiswa membangun portofolio profesional yang kuat selama di lapangan. Ia berharap mahasiswa mampu mengadopsi paradigma berpikir yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, sehingga kepercayaan lembaga mitra terhadap kualitas alumni UIN Banten tetap terjaga dan terus meningkat.
Kegiatan orientasi ini dilanjutkan dengan sesi pembekalan materi teknis untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dinamika lapangan selama periode PPL berlangsung.



