Fakultas Dakwah UIN Banten Gelar Pembinaan Moderasi Beragama untuk 375 Mahasiswa Baru

FadaNews – Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengadakan kegiatan Pembinaan Moderasi Beragama yang diikuti oleh 375 mahasiswa baru dari empat program studi. Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Dakwah ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Dakwah, Prof. Endad Musaddad, dan menghadirkan Instruktur Moderasi Beragama Kementerian Agama, Dr. Nurul Huda, sebagai narasumber utama.

Dalam sambutannya, Prof. Endad Musaddad menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan amanat Kementerian Agama yang wajib dilaksanakan oleh seluruh perguruan tinggi keagamaan Islam. Ia meluruskan pemahaman keliru di masyarakat bahwa moderasi beragama adalah upaya mengurangi keyakinan atau komitmen seseorang terhadap agamanya.

“Moderasi beragama justru merupakan cara kita menjalankan ajaran agama secara utuh dengan tetap menjunjung tinggi keseimbangan, keadilan, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama manusia,” ujar Prof. Endad.

Ia menambahkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk berada di jalan tengah (wasathiyah) dan mampu menghadirkan keseimbangan dalam kehidupan, baik antara kepentingan dunia dan akhirat, hak dan kewajiban, maupun antara keteguhan dalam beragama dengan penghormatan kepada pihak lain. Perbedaan agama, mazhab, budaya, suku, dan pandangan sosial merupakan kenyataan yang harus dikelola dengan bijaksana, bukan dijadikan alasan untuk bermusuhan.

Mengingat peran yang strategis, Prof. Endad menekankan bahwa Fakultas Dakwah tidak boleh hanya mencetak lulusan yang pandai berbicara tentang agama. Sebaliknya, fakultas ini harus melahirkan dai yang mampu menghadirkan agama sebagai kekuatan yang menyejukkan, mencerdaskan, dan mempersatukan kehidupan masyarakat.

“Dakwah tidak boleh hadir dengan kebencian atau untuk merendahkan orang lain. Sebaliknya, dakwah harus menjadi jalan menuju rahmat, persaudaraan, perdamaian, dan kemaslahatan, sebagaimana misi kenabian wa ma arsalnaka illa rahmatan lil ‘alamin (Kami tidak mengutusmu melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam),” tegasnya.

Prof. Endad juga menyoroti tantangan era digital, di mana informasi keagamaan sangat mudah tersebar melalui media sosial. Di satu sisi ini merupakan peluang dakwah, namun di sisi lain, masyarakat dihadapkan pada fenomena provokasi, fanatisme sempit, hingga konten yang dapat memecah belah persatuan.

Oleh karena itu, ia mengimbau generasi muda untuk menjadi generasi yang cerdas dan dewasa dalam bermedia sosial. “Jangan mudah menyalahkan hanya karena berbeda pandangan, jangan mudah mengkafirkan hanya karena berbeda pemahaman, dan jangan menjadikan media sosial sebagai ruang untuk mempertontonkan permusuhan atas nama agama,” pesannya kepada para mahasiswa baru.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr. Nurul Huda, yang telah berpengalaman luas dalam mengisi berbagai kajian terkait moderasi beragama, guna membekali mahasiswa baru dengan pemahaman yang komprehensif, aplikatif, dan relevan dengan tantangan zaman.

Scroll to Top